Thursday, September 18, 2008

Depa celik...kita?



Keith L. Moore

Professor Emeritus, Department of Anatomy and Cell Biology, University of Toronto. Distinguished embryologist and the author of several medical textbooks, including Clinically Oriented Anatomy (3rd Edition) and The Developing Human (5th Edition, with T.V..N. Persaud).

Investigations in to the 'alaqa or leech-like stage.


Dr. Moore was a former President of the Canadian Association of Anatomists, and of the American Association of Clinical Anatomists. He was honoured by the Canadian Association of Anatomists with the prestigious J.C.B. Grant Award and in 1994 he received the Honoured Member Award of the American Association of Clinical Anatomists "for outstanding contributions to the field of clinical anatomy."



"For the past three years, I have worked with the Embryology Committee of King cAbdulazîz University in Jeddah, Saudi Arabia, helping them to interpret the many statements in the Qur'ân and Sunnah referring to human reproduction and prenatal development. At first I was astonished by the accuracy of the statements that were recorded in the 7th century AD, before the science of embryology was established. Although I was aware of the glorious history of Muslim scientists in the 10th century AD, and some of their contributions to Medicine, I knew nothing about the religious facts and beliefs contained in the Qur'ân and Sunnah."[2]


At a conference in Cairo he presented a research paper and stated:"It has been a great pleasure for me to help clarify statements in the Qur'ân about human development. It is clear to me that these statements must have come to Muhammad from God, or Allah, because most of this knowledge was not discovered until many centuries later. This proves to me that Muhammad must have been a messenger of God, or Allah.." [1]


Professor Moore also stated that:"...Because the staging of human embryos is complex, owing to the continuous process of change during development, it is proposed that a new system of classification could be developed using the terms mentioned in the Qur'ân and Sunnah. The proposed system is simple, comprehensive, and conforms with present embryological knowledge."The intensive studies of the Qur'ân and Hadîth in the last four years have revealed a system of classifying human embryos that is amazing since it was recorded in the seventh century A.D... the descriptions in the Qur'ân cannot be based on scientific knowledge in the seventh century..."

Hasbi Rabbi...



Cukuplah Allah bagiku...


Cukuplah Dia sebagai tempat ku luahkan perasaanku...


Cukuplah Dia tempat ku labuhkan bahuku untuk mengadu...


Cukuplah Dia yang mengerti susah sengsara hidupku...


Cukuplah Dia sebagai pendengar setia qalbuku...




Sesungguhnya wahai manusia


Kiranya jiwamu masih belum ketemu ketenangan


Ketahuilah masih ada sekelumit dari hatimu


Meletakkan sesuatu lebih dariNya




Ia sukar...ia berat...ia payah..


Ya...sesiapun begitu




Untuk apa kita hidup sebenarnya,wahai manusia ?


Kamu telah berjaya mengejar title


kamu telah berjaya mengisi kocekmu


Namun jiwamu gersang


Lebih tandus dari padang sahara




Untuk apa duhai manusia?


Andai di dunia ini kamu begitu berlumba2


namun akhirat kamu lupa


apalah nilainya dunia


lebih rendah harganya dari sebelah sayap nyamuk




Tuhan..


Tuhanku ialah Allah


Dia maha tahu jiwa ini sentiasa merintih


mencari ketenangan


mencari jawapan


kepada sebuah persoalan


yang tidak henti2 bertandang


sebagai ujian bukti cintakan Tuhan...




Ramadhan...Ramadhan....Ramadhan.


Rintihanku di malam Ramadhan,


Ampunkan kami,wahai yang maha Pengasih.




Ummu Sulaim.






Utusan untuk Ikhwan

Hadith Tsulasa’: Renungan tentang Bulan Ramadhan oleh Imam As-Syahid Hassan Al-Banna
Monday, 19 November 2007



Kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah swt. Kita ucapkan shalawat dan salam untuk junjungan kita Nabi Muhammad, juga untuk segenap keluarga dan sahabatnya, serta siapa saja yang menyerukan dakwahnya hingga hari kiamat.


Wahai Ikhwan yang mulia.
Saya sampaikan salam penghormatan Islam, salam penghormatan dari sisi Allah yang diberkati dan baik: assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
Pada malam ini, yang merupakan akhir bulan Sya’ban, kita menutup serial kajian kita tentang Al-Qur’anul Karim, tentang kitab Allah swt. Insya Allah, pada sepuluh malam yang pertama bulan Syawal, kita kembali kepada tema tersebut. Setelah itu kita akan membuka serial baru dari ceramah-ceramah Ikhwan, yang temanya insya Allah: Kajian-Kajian tentang Sirah Nabi dan Tarikh Islam.


Ramadhan adalah bulan perasaan dan ruhani, serta saat untuk menghadapkan diri kepada Allah. Sejauh yang saya ingat, ketika bulan Ramadhan menjelang, sebagian Salafush Shalih mengucapkan selamat tinggal kepada sebagian lain sampai mereka berjumpa lagi dalam shalat ‘Id. Yang mereka rasakan adalah ini bulan ibadah, bulan untuk melaksanakan shiyam (puasa) dan qiyam (shalat malam) dan kami ingin menyendiri hanya dengan Tuhan kami.


Ikhwan sekalian, sebenarnya saya berupaya untuk mencari kesempatan untuk mengadakan kajian Selasa pada bulan Ramadhan, tetapi saya tidak mendapatkan waktu yang sesuai. Jika sebagian besar waktu selama setahun telah digunakan untuk mengadakan kajian-kajian tentang Al-Qur’an, maka saya ingin agar waktu yang ada di bulan Ramadhan ini kita gunakan untuk melaksanakan hasil dari kajian-kajian tersebut. Apalagi, banyak di antara ikhwan yang melaksanakan shalat tarawih dan memanjangkannya, sampai mengkhatamkan Al-Qur’an satu kali di bulan Ramadhan. Ini merupakan cara mengkhatamkan yang indah. Jibril biasa membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an dari Nabi saw. Sekali dalam setahun. Nabi saw. mempunyai sifat dermawan, dan sifat dermawan beliau ini paling menonjol terlihat pada bulan Ramadhan ketika Jibril membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an beliau. Beliau lebih dermawan dan pemurah dibandingkan dengan angin yang ditiupkan. Kebiasaan membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an ini terus berlangsung sampai pada tahun ketika Rasulullah saw. diberi pilihan untuk menghadap kepada Ar-afiq Al-A’la (Allah swt. — pen.), maka ketika itu Jibril membacakan dan mendengarkan bacaan Al-Qur’an beliau dua kali. Ini merupakan isyarat bagi Nabi saw. bahwa tahun ini merupakan tahun terakhir beliau hidup di dunia.


Ikhwan sekalian, Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an. Rasulullah saw. pernah bersabda mengenainya, “Puasa dan Al-Qur’an itu akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat. Puasa akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalangi-nya dari makan dan syahwat, maka perkenankanlah aku memberikan syafa ‘at untuknya.’ Sedangkan Al-Qur’an akan berkata, ‘Ya Rabbi, aku telah menghalanginya dan tidur di malam hari, maka perkenankan aku memberikan syafaat untuknya. ‘Maka Allah memperkenankan keduanyamemberikan syafaat. ” (HR. Imam Ahmad dan Ath Thabrani)


Wahai Ikhwan, dalam diri saya terbetik satu pemikiran yang ingin saya bicarakan. Kerana kita berada di pintu masuk bulan Puasa, maka hendaklah pembicaraan dan renungan kita berkaitan dengan tema bulan Ramadhan.


Ikhwan sekalian, kita telah berbicara panjang lebar tentang sentuhan perasaan cinta dan persaudaraan yang dengannya Allah telah menyatukan hati kita, yang salah satu dampaknya yang paling terasa adalah terwujudnya pertemuan ini kerana Allah. Bila kita tidak akan berjumpa dalam masa empat pekan atau lebih, maka bukan berarti bara perasaan ini harus padam atau hilang. Kita tidak mesti melupakan prinsip-prinsip luhur tentang kemuliaan dan persaudaraan kerana Allah, yang telah dibangun oleh hati dan perasaan kita dalam majelis yang baik ini. Sebaliknya, saya yakin bahwa ia akan tetap menyala dalam jiwa sampai kita biasa berjumpa kembali setelah masa percutian ini, insyaAllah. Jika ada salah seorang dari Anda melaksanakan shalat pada malam Rabu, maka saya berharap agar ia mendoakan kebaikan untuk ikhwannya. Jangan Anda lupakan ini! Kemudian saya ingin Anda selalu ingat bahwa jika hati kita merasa dahaga akan perjumpaan ini selama minggu-minggu tersebut, maka saya ingin Anda semua tahu bahwa dahaganya itu akan dipuaskan oleh mata air yang lebih utama, lebih lengkap, dan lebih tinggi, yaitu hubungan dengan Allah swt., yang merupakan cita-cita terbaik seorang mukmin bagi dirinya, di dunia maupun akhirat.


Kerana itu, Ikhwan sekalian, hendaklah Anda semua berusaha agar hati Anda menyatu dengan Allah swt. Pada malam-malam bulan mulia ini. Sesungguhnya puasa adalah ibadah yang dikhususkan oleh Allah swt. bagi diri-Nya sendiri. “Semua amalan anak Adam adalah untuknya, kecuali puasa. la untuk-Ku dan Aku akan memberikan balasannya.”


Ini, wahai Akhi, mengisyaratkan bahwa setiap amal yang dilaksanakan oleh manusia mengandung manfaat lahiriah yang bisa dilihat, dan di dalamnya terkandung semacam bagian untuk diri kita. Kadang-kadang jiwa seseorang terbiasa dengan shalat, sehingga ia ingin melaksanakan banyak shalat sebagai bagian bagi dirinya. Kadang-kadang ia terbiasa dengan dzikir, sehingga ia ingin banyak berdzikir kepada Allah sebagai bagian bagi dirinya. Kadang-kadang ia terbiasa dengan menangis kerana takut kepada Allah, maka ia ingin banyak rnenangis kerana Allah sebagai bagian bagi dirinya. Adapun puasa, wahai Akhi, di dalamnya tidak terkandung apa pun selain larangan. Ia harus melepaskan diri dari bermacam keinginan terhadap apa yang menjadi bagian dirinya. Bila kita terhalang untuk berjumpa satu sama lain, maka kita akan banyak berbahagia kerana bermunajat kepada Allah swt. Dan berdiri di hadapan-Nya, khusus-nya ketika melaksanakan shalat tarawih.


Ikhwan sekalian, hendaklah senantiasa ingat bahwa Anda semua berpuasa kerana melaksanakan perintah Allah swt. Maka berusahalah sungguh-sungguh untuk beserta dengan Tuhan Anda dengan hati Anda pada bulan mulia ini. Ikhwan sekalian, Ramadhan adalah bulan keutamaan. Ia mempunyai kedudukan yang agung di sisi Allah swt. Hal ini telah dinyatakan dalam kitab-Nya, “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeza (antara yang haq dan yang batil).” (Al-Baqarah:185)


Wahai Akhi, pada akhir ayat ini Anda mendapati: “Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.” (Al-Baqarah: 185) Puasa adalah kemanfaatan yang tidak mengandung bahaya. Dengan penyempurnaan puasa ini, Allah swt. akan memberikan hidayah kepada hamba-Nya. Jika Allah memberikan taufiq kepada Anda untuk menyempurnakan ibadah puasa ini dalam rangka menaati Allah, maka ia adalah hidayah dan hadiah yang patut disyukuri dan selayaknya Allah dimahabesarkan atas karunia hidayah tersebut. “Dan hendaklah kalian mencukupkan bilangannya dan hendaklah kalian mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepada kalian, supaya kalian bersyukur.” (Al-Baqarah: 185) Kemudian, lihatlah wahai Akhi, dampak dari semua ini. “Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah; 186)


Wahai Akhi, di sini Anda melihat bahwa Allah Yang Maha Benar meletakkan ayat ini di tempat ini untuk menunjukkan bahwa Dia swt. paling dekat kepada hamba-Nya adalah pada bulan mulia ini. Allah swt. telah mengistimewakan bulan Ramadhan. Mengenai hal ini terdapat beberapa ayat dan hadits. Nabi saw. bersabda, “Jika bulan Ramadhan datang, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, kemudian datang seorang penyeru dari sisi Allah Yang Mahabenar swt “Wahai pencari kejahatan, berhentilah! Dan wahai pencari kebaikan, kemarilah!’”


Wahai Akhi, pintu-pintu surga dibuka, kerana manusia berbondong-bondong melaksanakan ketaatan, ibadah, dan taubat, sehingga jumlah pelakunya banyak. Setan-setan dibelenggu, kerana manusia akan beralih kepada kebaikan, sehingga setan tidak mampu berbuat apa-apa. Hari-hari dan malam-malam Ramadhan, merupakan masa-masa kemuliaan yang diberikan oleh Al-Haq swt., agar orang-orang yang berbuat baik menambah kebaikannya dan orang-orang yang berbuat jahat mencari karunia Allah swt. sehingga Allah mengampuni mereka dan menjadikan mereka hamba-hamba yang dicintai dan didekatkan kepada Allah.
Keutamaan dan keistimewaan paling besar bulan ini adalah bahwa Allah swt. telah memilihnya menjadi waktu turunnya Al-Qur’an. Inilah keistimewaan yang dimiliki oleh bulan Ramadhan. Kerana itu, Allah swt. mengistimewakan dengan menyebutkannya dalam kitab-Nya.” (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an.” (Al-Baqarah: 185)


Ada ikatan hakikat dan fisik antara turunnya Al-Qur’an dengan bulan Ramadhan. Ikatan ini adalah selain bahwa Allah telah menurunkan Al-Qur’an di bulan Ramadhan, maka di bulan ini pula Dia mewajibkan puasa. Kerana puasa artinya menahan diri dari hawa nafsu dan syahwat. Ini merupakan kemenangan hakikat spiritual atas hakikat material dalam diri manusia. Ini berarti, wahai Akhi, bahwa jiwa, ruh, dan pemikiran manusia pada bulan Ramadhan akan menghindari tuntutan-tuntutan jasmani. Dalam kondisi seperti ini, ruh manusia berada di puncak kejernihannya, kerana ia tidak disibukkan oleh syahwat dan hawa nafsu. Ketika itu ia dalam keadaan paling siap untuk memahami dan menerima ilmu dari Allah swt. Kerana itu, bagi Allah, membaca Al-Qur’an merupakan Ibadah paling utama pada bulan Ramadhan yang mulia.
Pada kesempatan ini, Ikhwan sekalian, saya akan meringkaskan untuk Anda semua pandangan-pandangan saya tentang kitab Allah swt., dalam kalimat-kalimat ringkas.


Wahai Ikhwan yang mulia, tujuan-tujuan asasi dalam kitab Allah swt. dan prinsip-prinsip utama yang menjadi landasan bagi petunjuk Al-Qur’an ada empat:


1. Perbaikan Aqidah
Anda mendapati bahwa Al-Qur’anul Karim banyak menjelaskan masalah aqidah dan menarik perhatian kepada apa yang seharusnya tertanam sungguh-sungguh di dalam jiwa seorang mukmin, agar ia bisa mengambil manfaatnya di dunia dan di akhirat. Keyakinan bahwa Allah swt. adalah Yang Maha Esa, Yang Mahakuasa, Yang menyandang seluruh sifat kesempurnaan dan bersih dari seluruh kekurangan. Kemudian keyakinan kepada hari akhir, agar setiap jiwa dihisab tentang apa saja yang telah dlkerjakan dan ditinggal kannya. Wahai Akhi, jika Anda mengumpulkan ayat-ayat mengenai aqidah dalam Al-Qur’an, niscaya Anda mendapati bahwa keseluruhannya mencapai lebih dari sepertiga Al-Qur’an. Allah swt. berfirman dalam surat Al-Baqarah, “Hai manusia, beribadahlah kepada Rabb kalian Yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertaqwa. Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian; kerana itu janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kalian mengetahui.” (Al-Baqarah: 21-22)


Wahai Akhi, setiap kali membaca surat ini, Anda mendapati kandungannya ini melintang di hadapan Anda. Allah swt. juga berfirman dalam surat Al-Mukminun, “Katakanlah, Kepunyaan siapa-kah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘Maka apakah kalian tidak ingat?’ Katakanlah, ‘Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘Maka apakah kalian tidak bertaqwa?’ Katakanlah, ‘Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (adzab)-Nya, jika kalian mengetahui?’ Mereka akan menjawab, ‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kalian ditipu?’ Sebenar-nya Kami telah membawa kebenaran kepada mereka, dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta.” (Al-Mukminun: 84-90)
Allah swt. juga berfirman di surat yang sama, “Apabila sangkakala ditiup maka tidaklah ada lagi pertalian nasab di antara mereka pada hari itu dan tidak pula mereka saling bertanya. Barangsiapa yang berat timbangan (kebaikannya) maka mereka itulah orang-orang yang dapat keberuntungan. Dan barangsiapa yang ringan timbangan (kebaikannya), maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam.” (Al-Mukminun: 101-103)


Allah swt. juga berfirman, “Apabila bumi diguncangkan dengan guncangan yang dahsyat. Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya. Dan manusia bertanya, ‘Mengapa bumi (jadi begini)?’ Pada hari itu bumi menceritakan beritanya. Kerana sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) kepadanya. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (Az-Zalzalah: 1-8)
Allah swt. berfirman, “Hari Kiamat. Apakah hari Kiamat itu? Tahukah kalian apakah hari Kiamat itu?” (Al-Qari’ah: 1-3) Dalam surat lain Allah berfirman, “Bermegah-megahan telah melalaikan kalian. Sampai kalian masuk ke dalam kubur. Janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian itu). Dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui.” (At-Takatsur: 1-4) Wahai Akhi, ayat-ayat mi menjelaskan hari akhirat dengan pen-jelasan gamblang yang bisa melunakkan hati yang keras.


2. Pengaturan Ibadah

Anda juga membaca firman Allah swt. mengenai ibadah. “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat.” (Al-Baqarah: 43) “…diwajib-kan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian.” (Al-Baqarah: 183) “…mengerjakan haji adalah kewa-jiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.” (Ali-Imran: 97) Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.” (Nuh: 10) Dan banyak lagi ayat-ayat lain mengenai ibadah.


3. Pengaturan Akhlak

Mengenai pengaturan akhlak, wahai Akhi, Anda biasa membaca firman Allah swt. “Dan demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)-nya. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya.” (Asy-Syams: 7-8) “…Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada dalam diri mereka sendiri.” (Ar-Ra’d:11) “Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. (Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian. Dan orang-orang yang sabar kerana mencari ridha Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (Yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (Sambil mengucapkan), ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum (keselamatan atasmu berkat kesabaranmu),’ maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Ar-Ra’d: 19-24) Wahai Akhi, Anda mendapati bahwa akhlak-akhlak mulia bertebaran dalam kitab Allah swt. dan bahwa ancaman bagi akhlak-akhlak tercela sangatlah keras. “Dan orang-orang yang memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam).” (Ar-Ra’d: 25)


Inilah peraturan-peraturan tersebut, Ikhwan sekalian, sebenarnya, peraturan-peraturan itu lebih tinggi daripada yang dikenal oleh manusia, kerana di dalamnya terkandung semua yang dikehendaki manusia untuk mengatur urusan masyarakat. Ketika mengupas sekelompok ayat, maka Anda mendapati makna-makna ini jelas dan gamblang. “Seperempat Juz Khamr” yang diawali dengan “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi” (Al-Baqarah: 219), mengandung lebih dari dua puluh lima hukum praktis: tentang khamr, judi, anak-anak yatim, pernikahan laki-laki dan wanita-wanita musyrik, haid, sumpah, ila’, talak, rujuk, khuluk, nafkah, dan hukum-hukum lainnya yang banyak sekali Anda dapatkan dalam seperempat juz saja. Hal ini kerana surat Al-Baqarah datang untuk mengatur masyarakat Islam di Madinah.


Ikhwan tercinta, hendaklah Anda semua menjalin hubungan dengan kitab Allah. Bermunajatlah kepada Tuhan dengan kitab Allah. Hendaklah masing-masing dari kita memperhatikan prinsip-prinsip dasar yang telah saya sebutkan ini, kerana itu akan memberikan manfaat yang banyak kepada Anda, wahai Akhi. Insya Allah Anda akan mendapatkan manfaat darinya.
Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Sayidina Muhammad dan kepada segenap keluarga dan sahabatnya.

Thursday, August 28, 2008

Jumaat dan Ramadhan

" Di sisi Islam, kejayaan manusia tidak diukur dari aspek penguasaaan kehidupan dunia.Kejayaan hakiki bergantung kepada sejauh manakah manusia mampu berusaha menyingkap segala rahsia hidup yang abadi "
{ Tuan Guru Nik Abdul Aziz }
Bagai ada suatu siraman air sejuk yang mengalir dalam pembuluh darah ummu sewaktu melewati tulisan sahabat sealam maya.Begitu mungkin kesannya pada seketul daging bernama hati yang sudah penuh bersawang dengan karat-karat dosa dan kelalaian.Alangkah indahnya kehidupan andai semua makhluk tunduk menyembahNya setiap waktu dan detik nafas yang berlalu...
Makin menghampiri alam barzakh.Namun sungguh jarang manusia menyedarinya, termasuk ummu.kini mungkin akan bertemu Ramadhan kali ke 24.Sudah 23 kali Allah mengizinkan ummu bertemu bulan yang agung ini..tetapi entah berapa kali sahaja ummu dapat merasai dan betul2 menghayati kebesarannya.Lihat sahaja hari kebesaran ummat Islam, Juma'at...kadang2 dek kesibukan tidak sedar bahwa hari itu adalah hari jumaat.Bagaimana mungkin ummu dapat mencontohi sikap dan 'amalan ulama' yang sejak dari waktu 'asar hari khamis sudah bersiap siaga dengan segla persiapan dan membasuh diri dengan taubat semata untuk menyambut kemuliaan hari Jumaat.Allahu akbar...jauhnya perbezaan.
Tadi sempat juga menjejak kaki di dataran ilmu,niat di hati ingin mendengar ceramah Tok Guru,tapi tak kesampaian,mungkin beliau ada urusan.Sempat menangkap beberapa butir kalimat sambil berjalan dari penceramah yg tidak dikenali.kata beliau...alhamdulillah tahun ni rakyat kelantan bertuah,sebab berpeluang merasai keni'matan kelazatan bertawarikh bersama Imam Masjid Al-Azhar dari Mesir yang dijemput khas oleh kerajaan kelantan.Tempatnya adalah di dataran stadium setiap malam insyaAllah.Justeru jom pakat2 ramai pi meriahkan suasana roh rabbani di kota serambi Mekah ini.Moga Allah mengizinkan kita semua..bersolatlah di mana sahaja, asal sahaja kita mampu mendapat khusyu'.
InsyaAllah esok ummu oncall..
sukar untuk ummu mengertikan keadaan dengan bait kata2.Ibaratnya kini berada bersama layang2 terbang bersama angin di langit biru.Masih mencari jalan kembali.Masih mencari keseimbangan.Apa yang diharap moga tali yang memegang layang2 itu tidak putus,yg boleh ummu ibaratkan ikatan akidah yang memegang jiwa kita agar tidak sesat dibawa arus dunia..selalu teringat maksud al-ma'thurat..apabila kita memilih untuk bersama Allah,insyaAllah Dia akan menjaga.
Do'akan kita semua.semoga senantiasa hidup bersama rasulullah...bagaimana mungkin begitu?
Jawabnya hidupkan sunnahnya dalam diri,nescaya kita mampu merasakan seolah2 Rasulullah ada di sisi.Bersama2 mendamba kasih redha Ilahi.Bersabarlah wahai saudara2ku,atas apa sahaja ujian yang menimpamu.Yakinlah kita dari rumpun yang sama,sesungguhnya dalam jiwa kita ada fitrah saling menyayangi,saling mengharapkan keselamatan semua.
Ummu akhiri dengan sebuah hadith riwayat Muslim :
"Bahawa semua makhluk akan ditempatkan di atas bumi (Mahsyar) kecuali Nabi Muhammad s.a.w dan ummatnya (yang bertaqwa) akan ditempatkan di atas tempat yang tinggi, dan akan direndahkan semua ummat yang lain "
SELAMAT DATANG RAMADHAN.

Friday, August 08, 2008

Orang rumah

Assalamu'alaikum para pembaca yang dinaungi rahmat Allah hendaknya...

kaifa halukum?
Allah maha besar..Alhamdulillah,diberi peluang olehNya untuk kembali menyambung roh silaturrahim antara kita semua,cucu cicit Nabi Adam.Rindu bertemu kalian..sepertimana ku rindu untuk bertemu saudara seketurunan di zaman yang telah berlalu.

Being a houseman.

Secocok sungguh dengan namanya.Hospital ibarat rumah.Kini baru di paediatrik,yang boleh dikatakan masanya agak terluang, belum lagi Ummu ditempatkan di medical atau O&G.
Allah...tiada yang lebih tahu,lebih memahami sagala fikiran,perasaan dan ujian yang sedang jiwa dan tubuh ini hadapi melainkan Dia.Al-Quran memang tak boleh dipisahkan dari Ummu,sekejap sahaja ummu terlepas dari panduannya, terus ummu keharuan..terima kasih Allah kerana menganugerahkan kitab suci ini pada kami yang lemah ini.

Ummu sedih..pilu..
mungkin sebab sekarang ini, ada nasyid sedih sedang diputarkan.Sedih bukan kerana apa..sebab ummu lemah,sedih juga sebab keadaan sekeliling yang persekitarannya masih jauh dari apa yang Allah perintahkan.Menghabiskan waktu seharian suntuk dalam keadaan persekitaran yang melupakan Allah,adalah sebuah penyiksaan pada hati.Apatah memikirkan dosa yang semakin bertimbun..lantas al Quran datang memujuk,menaikkan kembali kekuatan pada diri untuk yakin bahawa membawa Islam ,kebenaran akhirnya akan menang juga suatu hari nanti.

Sebenarnya,tidak perlu menyalahkan pada keadaan.Silapnya adalah pada sebatang kujur tubuh yang sedang ummu bawa ke sana ke mari.Titiknya ada pada hati.Andai hati ummu berbunga dengan Islam,tentu Ummu dapat menyebarkan keharumannya pada persekitaran,automatisnya begitu.Manusia...tidak akan serik.sering menyalahkan pada figure lain selain dirinya,moga kita terlindung darinya.

Marah...kenapa Allah menciptakn makhluq perasaan marah ini,dan perasaan apabila dimarahi.Selalu ummu korek ke'ajaiban sikap ini kerana boleh dikatakan tiada hari di sini yang bebas dari insiden dimarahi.Alangkah indahnya jika Allah membuka hijab pada ummu akan rahsia di sebalik kejadian ini.Ilmu perlu terus diterokai..cari,teruslah mencari Hidayah..

Jiwa mu'min itu tenang.Ummu perlu basuh diri dengan air mata taubat banyak2..ummu perlu siram dengan syukur yang berpanjangan..ummu perlu terus menongkah kehidupan dengan yakin bersamaNya bersama ilmu untuk menghubung padaNya.Tiadalah ummu harapkan dari kehidupan ini melainkan ummu serta semua saudara ummu seluruhnya dari manusia,ciptaan sejenis ummu selamat di bawah redhaNya.

Sampaikan walau sepotong ayat.
Ummu ada membaca buku Tok Guru "Insan Ingatlah"..ummu petik point yang lekat di kepala.Ada 3 tanda baiknya kematian seseorang.Berpeluh pada pelipisnya,air mata berlinang
dan hidungnya kembang kempis.

" Dan tetaplah memberi peringatan,kerana sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman "

{ surah Adz-Dzariyat ayat 55 }

Mari bersama hidupkan roh Islam.

Tuesday, July 01, 2008

Jarum yang berdetik

Dengan qalam Tuhan yang Maha Tinggi...rahmatilah seluruh 'alam.

Jarum saat berdetik...'tik..tik...tik...'
Jari menghitung sehingga tujuh.Ya...lebih kurang berbaki 7 jam sahaja lagi.Allah...Tuhan kita.Allah...Pemelihara kita.Allah...yang maha tahu rona jiwa kehidupan kita.Allah...yang tahu segalanya.

Esok..2 Jun.Andai jam masih berdetik, juga seiring jantung yang masih ber'amal, InsyaAllah bermulalah kehidupan Ummu sebagi seorang pegawai perubatan.Tidak tahu minda mahu melayan gambaran yang bagaimana, cuma berbekalkan kawalan iman,mudah-mudahan fikiran tidak di bawa arus jauh dari mengingati Allah,qalam Allah.

Alhamdulillah...sanagt bersyukur.Pagi tadi Ummu dihadiahkan Allah bekalan nasihat yang sungguh berharga melalui seorang doktor senior yang sangat ummu hormati.Dr Sheikh Amin seorang family medicine specialist di Klinik Kota Bharu.Niat di hati ke sana hanyalah untuk menyelesaikan urusan medical check up yang perlu diserah semasa melapor diri esok.Tetapi Allah telah bagi lebih dari itu...

Beberapa bulan yang lepas ummu pernah dipostingkan ke sana..tetapi ummu tak expect beliau akan masih mengingati wajah ini.Terharu juga bila beliau menyapa dan menyatakan yang beliau masih ingat waktu itu.Beliau ibarat ayah, dengan seusia 62 tahun kalau tak silap,sangat ummu hormati kerana beliau juga adalah ayah kepada seorang ustazah yang sempat ummu menadah kitab 'Riyadus Solihin' dengannya sewaktu di kampus.Air muka orang-orang yang hidup lama ini sarat dengan ilmu dan tentunya setiap bait kata yang muncul dari bibir ibarat butiran mutiara yang sungguh indah, sungguh berma'na.

Belajarlah dari yang tua,bergurulah dengan mereka yang terlebih dahulu memakan garam darimu..selalu kita dengar kata hikmat ini kan? tetapi sungguh benar sekali, setepat firman Allah yang menyuruh kita "....maka bertanyalah kepada orang yang ahli seandainya kamu tidak mengetahui...." Ummu yakin,walau tidak semua ilmu ada pada mereka,sekurang-kurangnya kita belajar dari pengalaman mereka.Itu pun ilmu.

Dr Sheikh Amin..moga Allah limpah luaskan rahmat dan keberkatan atasmu.Bukan sekadar perkongsian ilmu yang diberi, bahkan ummu dapat harga diskaun untuk medical check up.Pada mula2 tiba di kaunter klinik, kerani memaklumkan harganya RM hundred something, but eventually i just need to pay only RM35..alhamdulillah.Sesungguhnya amalan sedekah dapat memanjangkan umur.Mudah2an Dr Sheikh dipanjang serta diberkati umurnya.

Kata kunci beliau hanya satu kalimah sahaja.SABAR.
Kerap kali kalimah itu disebut2nya.Kata beliau, biarlah nurse memarahi kamu, biarlah MO memarahi kamu, biarlah specialist memarahi kamu..yang penting kamu sabar dan belajar.Lebih baik kita ditegur sebegitu,kerana kadang2 peristiwa itulah yang paling kita ingat sampai bila2,jadi ilmu yang kita garap waktu itu insyaAllah tak akn hilang.Jangan malu untuk membelek handbook jika kamu tidak tahu, dan jangan takut untuk bertanya.Walau kadang2 respon yang kamu terima smaada tanya atau tidak sama sahaja,dua2 nya respon yang tidak memotivasikan.Tak mengapa...lebih baik bertanya.Setidak2nya kalau ditaqdir Allah berlaku apa2 kejadian, u can defend urself by claiming that u have already asked others.Another thing,always document whatever the info of patient u got.Make a habit.

Then I asked, so Dr how can we get that SABAR ?

PRAY....PRAY...PRAY....always pray.u realy need that kind of spiritual value.everybody actually.get ur iman stick to urself.and now...time is no longer belongs to u,all u do are sacrification.SACRIFICE....ur time belongs to ur patient.

Ummu banyak menganguk,dan terasa sejuk di dada,sungguh sangat gembira mendengar nasihat.sebab itu Islam itu menggembirakan ummu,sebab agama itu nasihat.Teringat pula qisah di zaman para sahabat dahulu, ada seorang sahabat yang sungguh memulikan gurunya,sehinggakan walaupun datang seorang hamba Allah mengajarkannya walau secebis ilmu,akan dihormati dan disanjunginya orang itu dan sanggup bekerja untuknya walaupun orang itu tidak punya apa2..Pandanglah muka gurumu dengan tanda hormat,insyaAllah ilmu itu akan berkat hingga akhir hayat.

Em..i need to have a rest for a long journey starting from tomorrow insyaAllah.Do please pray for me and all my sahabiah in this jihad.May tomorrow and everafter is full with glory...world is getting brighter,someday somehow.

Dengan nama Allah aku bertawakkal kepadaNya.

Thursday, June 05, 2008

Hari yang memenatkan

Mata Ummu kini separa pejam.Agak penat hari ini kerana telah menggunakan masa bermula jam 3 pagi semalam sehingga 3 petang tadi di Wad Sayang, Pusat Perubatan An-Nisa' di Kota Bharu.

Namun, perjuangan tidak boleh terhenti.Ummu kena menulis barang sedikit.Taqdirnya malam semalam, usai menyambut ketibaan pulang tetamu rumah Allah dari umrah, abang bersama isteri juga kakak,tiba-tiba Ibu mengejutkan Ummu dari tidur.Katanya kakak Ummu yang sedang sarat mengandung hampir 9 bulan sudah, mengadu sakit perut, muntah dan cirit birit.Pagi itu juga di keheningan sejuknya malam, abang ipar memandu laju terus menghala ke PP an-Nisa'.Mungkin sudah tiba 'Atif didatangkan ke alam dunia..

Sampai sahaja di sana, doktor memaklumkan jalannya baru hanya terbuka 1cm.Rupanya perjalanan Atif masih panjang.Terus kakak Ummu dimasukkan ke Wad Sayang.Tunggu..tunggu.Hingga tibalah waktu Subuh.Ibu Ummu sudah keuzuran lantas memohon untuk mengundurkan diri, balik ke rumah sementara.Tinggallah Ummu terkedip-kedip seorang diri menemankan kakak.Jemu, ya memang jemu.Kita akan rasa jemu sekiranya kita tidak mencipta sesuatu untuk menghilangkan suasana itu.Malas akan menyelimuti badan kita sekiranya kita tidak berusaha untuk membuangnya.Ummu berkata kepada diri sendiri;

"ish...tidak boleh begini,sedangkan As-Syahid Imam Hassan Al-Banna mengatakan tanggungjawab melebihi masa yang ada.Kelak Allah akan bertanya, apa yang Ummu buat ketika masa terluang sambil menunggu kakak hari ini.."

Di suatu ceruk, Ummu ternampak ada beberapa lembaran majalah.Belek....dan belek,akhirnya Ummu rasa sangat gembira dan bersyukur sebab bertemu majalah Haluan di celah-celah majalah lain yang agak bersifat kebaratan.Alhamdulillah...setidak-tidaknya Ummu boleh memberi minum dan makanan pada hati.Sekurang-kurangnya bila disoal Allah, amalan baik yang menjadi saksi,insyaAllah.Punyalah tak dapat diceritakan betapa kusutnya hati andai walau sedetik kita melupakan Allah.Tidak boleh Ummu gambarkan betapa siksanya jiwa..na'uzubillah.Kini majalah Haluan menjadi pengubat di kala Ummu tercari-cari sumber yang boleh membuatkan Ummu berhubung denganNya, di saat keletihan dan kepenatan menguasai diri.Terima kasih Allah,Tuhanku yang Maha Penyayang.

Sampai jam 3 petang, selesailah urusan bil.kakak Ummu dibenarkan balik terlebih dahulu sebab belum ada tanda-tanda kelahiran.Kasihan melihat bebanan ibu mengandung.Bagi mereka, dengan lahirnya anak dalam kandungan adalah suatu 'big relief' yang dinanti-nantikan.Moga Allah mudahkan urusan segalanya.

Ada satu pengajaran yang melekat di sanubari Ummu hasil dari suatu petikan dalam majalah Haluan tersebut.Walau ia sekadar penceritaan, kesannnya sungguh hidup.Ia berkaitan lukisan 'alam sekeliling kita yang kita seolah-olah buta melihatnya, padahal setiap hari kita disajikan dengan keindahan dan kebesaran tanda ketuhanan.Pasal awan...bintang..dsb.

Maka saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,bersama kita hayati firman Allah dalam surah Ali 'Imran, ayat 90..